Dian Sastrowardoyo Fan Site

Majalah Sekar

Posted in Majalah by Haqi Achmad on Mei 2, 2009

Nama Diandra Paramitha Sastrowardoyo mulai diperhitungkan sejak film Ada Apa Dengan Cinta (2002) sukses besar. Sebelumnya, juara Gadis Sampul 1996 itu juga pernah mendapatkan penghargaan Pemeran Pembantu Wanita Terbaik di Festival Film Asia Pasifik, lewat film Pasir Berbisik (2001)

Saat ini Sarjana Filsafat Universitas Indonesia ini sedang menikmati dunianya. “Sekarang aku bisa bernafas lega, karena Drupadi sudah tayang,” ujar kelahiran Jakarta, 16 Maret 1982 ini sambil tersenyum

DRUPADI
Drupadi, film terbaru Dian, diangkat dari cerita Mahabharata yang bercerita tentang Drupadi, isteri dari lima bersaudara Pandawa. Tragedi dimulai saat Pandawa diundang bermain dadu oleh Kurawa. Yudhistira, si sulung Pandawa, akhirnya jatuh dalam kekalahan. Saat tak ada lagi yang tersisa, akhirnya ia mempertaruhkan Drupadi. Namun, Drupadi tidak rela menjadi taruhan. Ia menggugat dan mempertanyakan bagaimana dirinya bisa dipertaruhkan oleh Yudhistira yang sudah kalah dan tidak mempunyai hak atas dirinya lagi. Ia menggugat perlakuan Kurawa terhadap dirinya. Film ini tidak hanya bercerita tentang kisah Drupadi, tapi dalam kehidupan modern menjadi sebuah simbol sebuah perjuangan perempuan melawan ketidakadilan

“Kenapa film ini dibuat dan apa yang menarik dari Drupadi adalah karena daya kritis dan kemampuannya berargumentasi, melawan dan bertanya. Ia satu-satunya perempuan dari seluruh jagad pewayangan yang berani seeperti itu. Sebetulnya tokoh yang menyebakan pecahnya perang Bharatayudha itu adalah Drupadi,” jelas Dian yang menyukai kisah wayang sejak kecil.

“Drupadi adalah tokoh yang sangat kritis. Perempuan yang paling pintar dan pemberani,” tambah Dian tentang tokoh yang diperankannya dalam film kesepuluhnya ini

Dian mengakui, keselitan yang dihadapinya ketika memerankan Drupadi adalah saat ia harus bisa mengekspresikan kemarahan Drupadi dengan semua latar belakang di jaman itu

“Karena mungkin aku tidak punya keberanian seperti Drupadi. Tapi setelah main di film ini, aku jadi belajar bahwa kita sebagai perempuan harus lebih bisa mengekspreksikan apa yang ada di pikiran kita. Cerita ini merupakan refleksi buat semua perempuan, termasuk aku,” kata bintang Lux ini

Drupadi berhasil masuk dan akan ditayangkan di Hongkong Film Festival kategori spesial screening pada awal April 2009

SAAT INI
Tahun lalu, Dian sempat menjadi asisten dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia. “Aku menikmati sekali saat-saat menjadi dosen,” katanya
Dalam 10 tahun ke depan, putri tunggal pasangan (alm) Ariawan Sastrowardoyo dan Dewi Parwati Setyorini ini membayangkan dirinya menjadi seorang wanita karier yang sukses. Sudah lulus S2 dan mempunyai bisnis sendiri yang berkenaan dengan perusahaan tempatnya bekerja.
“Semoga juga sudah menikah dan punya anak,” tambahnya
Tapi untuk sekarang, bukan masalah jodoh yang ditakuti brand ambassador L’Oreal dan bintang iklan Natur E in. Ia justru lebih takut kehilangan ‘api’ yang ada dalam pikirannya
“Aku takut kehilangan api yang ada di pikiranku. Seperti api di mata harimau-harimau penghuni alam bebas. Bukan harimau-harimau di kebun binatang, yang matanya meredup, seperti sudah tidak ada alasan lagi untuk hidup. Aku takut banget kehilangan api itu. Karena api itu yang membuatku seperti sekarang,” tutup Dian berfilosofi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: